Perkembangan Psikologi Indonesia
tahun 1990an
|
Di tahun 1964, psikologi mulai berkembang yang ditandai
dengan banyaknya universitas yang sudah memiliki fakultas psikologi, seperti Universitas Gajah Mada berubah menjadi
Institut Pengajar dan Pendidikan Yogjakarta dan Universitas Airlangga Surabaya.
Awal mula psikologi di Indonesia dikaitkan dengan
psikologi klinis dan psikoanalis, dan banyak menggunakan teknik proyeksi serta
tes IQ untuk tujuan psikodiagnostik. Tetapi, di tahun 1960-an, behaviorism
menjadi lebih terk,enal dengan munculnya konstruksi tes dan metode kuantitatif.
Pendidikan psikologi di Indonesia sudah di
standarisasi dan berada di bawah kontrol Departemen Pendidikan Nasional. Ijin praktik
untuk para psikolog berada di bawah kontrol HIMPSI (Himpunan Psikologi
Indonesia) dan Departemen Tenaga Kerja. HIMPSI berdiri pada tahun 1998/1999
yang sudah memiliki beberapa divisi, seperti IPO (Ikatan PSikologi Olahraga),
IPS (Ikatan Psikologi Sosial), dan APIO (Asosiasi Psikologi Industri Organisasi).
HIMPSI di dirikan pada 11 Juli 1959, namun kongres 1
diselengarakan di tahun 1979 di Yogyakarta. Dalam kongres tersebut memebahas
realisasi dari gagasan yang idcetuskan oleh peserta rapat konsorium psikologi,
mereka rata-rata psikolog dan menganggap pentingnya menegakkan organisasi
profesi psikologi. Saat ddirikan organisasi tersebut bernama Ikatan Sarjana
Psikologi Indonesia (ISPSI). Dalam Kongres 1 menghasilkan AD/RT, kode etik, dan
beberapa program kerja. Sedangkan, untuk lagu dan logo dilakukan pada kongres
II.
Pada kongres III di Jakarta tahun 1985, membahas
tentang keanggotaan ISPSI, apakah yang berijazah S1 Psikolog atau bebas.
Akhirnya pada tahun 1988, dilaksanakan kongres luar biasa yang telah mengubah
ISPSI menjadi Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Hal tersebut dimaksudkan,
agar yang tergabung dalam organisasi bukan sarjana S 1 Psikologi saja melainkan
sarjana, magister, dokter psikologi, dan psikolog.
sumber :
1. http://www.himpsi.or.id/
2. Sarwono, W. Sarlito. 2008. Berkenalan dengan aliran - aliran dan tokoh-tokoh psikologi. Jakarta : Bulan Bintang.

No comments:
Post a Comment